Analisis dan Perancangan Basis Data
Baiklah kali ini penulis akan memaparkan sedikit
tentang Anasis dan Perancangan Basis Data.
Selamat Membaca......
______________________________________________________________
Perancangan
Basis Data adalah proses untuk menentukan isi dan pengaturan data
yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem.
Database Development
Lifecycle
Merupakan siklus proses pengembangan yang terdapat dalam basis data,
berikut ini merupakan siklus yang terdapat dalam Database Development Lifecycle
:
1. Database Planning
Menentukan
tujuan database yang akan dibuat, gambaran secara luas seperti bagaimana
nantinya pengumpulan data, design dan format. Pada tahap pertama pun harus
ditentukan Mission Statement (Visi atau tujuan database dibuat, yang dapat
diutarakan dalam pernyataan) dan Mission Objectives (Misi atau apa yang bisa
dilakukan oleh database, yang dapat dinyatakan dalam point - point database
tersebut)
2. System Definition
Sebuah
database pasti memiliki user atau view, pada tahapan ini user view akan
diidenfikasikan dan ditentukan perannyan dan menentukan siapa pembuat sistem
data tersebut.
3.
Requirement Collection
and Analysis
Tahap ini mengumpulkan dan menganalisis data
yang akan dibutuhkan oleh database.
4.
Database Design &
Application Design
Keduanya tidak bisa dipisahkan, tetapi
keduanya memiliki suatu perbedaan dan dilakukan oleh tim yang berbeda, dan
perancangan basis data dan aplikasi dari sistem informasi dilakukan pada
tahap ini dan fase yang meliputi konseptual, logical dan fisik.
5.
Database Design
(Perancangan Basis Data)
·
Conceptual Database Design
·
Logical Database Design
·
Physical Database Design
·
DBMS Selection (optional)
6.
Implementation
Ini
yang paling penting, karena setelah dirancang database tersebut akan
direalisasikan menggunkan (DDL, DML dan 3GL/4GL).
7.
Data Conversion and Loading
Dalam database pasti ada data lama
yang dibutuhkan database baru, untuk memasukan data yang sudah disiapkan maka
data yang lama akan diubah agar menyesuai data yang baru.
8. Testing
Untuk melihat bagaimana kondisi database yang digunakan
9.
Operational Maintenance
Proses terakhir, apakah database berjalan dengan baik dan memperhatikan hal - hal yang perlu di update.
Fase Perancangan Basis Data Design Phase
Fase 1 - Pengumpulan
Data dan Analisis
Yaitu suatu proses idenfikasi dan analisa suatu
kebutuhan data disebut pengumpulan data dan analisa. Untuk menentukan kebutuhan
suatu sistem database, pertama - tama harus mengenal bagian lain dari sistem
informasi yang akan berinteraksi dengan sistem database, kebetuhan - kebetuhan
dari para pemakai dan aplikasi inilah yang kemudian dikumpulkan dan dianalisa.
Aktivitas - aktivitas pengumpulan data dan analisa :
·
Menentukan kelompok pemakai dan bidang -
bidang.
·
Peninjauan dokumentasi yang ada
·
Analisa lingkungan operasi dan pemrosesan
data
·
Daftar pertanyaan dan wawancara.
Fase 2 - Perancangan Basis Data secara
Konseptual, Tujuan pada fase ini yaitu menghasilkan conceptual
schema untuk basis data yang tergantung pada sebuah DBMS yang spesifik. selama
fase ini sering menggunakan model seperti ERD (Entity Relationship Diagram).
Dua Aktivitas Paralel Perancangan Basis Data
Konseptual :
·
Perancangan skema
konseptual, menguji kebutuhan data dari suatu database
hasil dari fase 1 dan menghasilkan sebuah conceptual database schema pada DBMS
dengan independet model tingkat tinggi seperti EER (Enhanced Entity
Relationship) model.
·
Perancangan
Transaksi, menguji aplikasi database dimana kebutuhan -
kebutuhannya telah dianalisa pada fase - 1 dan menghasilkan perincian transaksi
dan transaksi - transaksi tersebut akan digunakan untuk memproses dan
memanipulasi basis data. Tahap ini merupakan pembuatan flowchart.
Fase 3 - Pemilihan DBMS (optional)
Pemilihan database
ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya :
1. Struktur data jika data yang disimpan dalam database
mengikuti struktur hirarki, maka kita harus menggunkan jenis DBMS nya hirarki.
2. Personal yang telah terbiasa dengan suatu sistem jika
staf programmer dalam suatu organisasi sudah terbiasa dengan salah satu DBMS,
maka kita boleh menggunakan DBMS yang sudah biasa staf programmer gunakan agar
dapat mengurangi biaya latihan dan belajar.
3. Tersedianya layanan penjual keberadaan fasilitas
pelayanan penjual sangat dibutuhkan membantu memecahkan beberapa masalah
sistem.
4. Teknik keberadaan DBMS dalam menjalankan tugasnya dengan
jenis - jenis DBMS nya seperti relational, network, hierarchical dll, kemudian
struktur penyimpanan DBMS nya, akses yang mendukung DBMS, pemakai dll.
Fase 4 - Perancangan Basis Data secara Logika
(Pemetaan Model Data)
Fase selanjutnya dari
perancangan database adalah membuat sebuah skema konseptual dan skema eksternal
pada model data dari DBMS yang terpilih. jadi DBMS yang sudah terpilih
dilakukan pemetaan skema konseptual yang dihasilkan pada fase 2, pada fase ini
skema konseptual ditransformasikan dari model data tingkat tinggi yang
digunakan pada fase 2 ke dalam model atau tergantung DBMS nya yang dipilih pada
fase 3. Pemetaan Diproses Dalam 2
Tingkat :
1. Pemetaan system-independent : Pemetaan ke dalam model
data DBMS dengan tidak mempertimbangkan karakteristik atau hal - hal yang
khusus yang berlaku pada implementasi DBMS dari model data tersebut.
2. Penyesuaian skema ke DBMS yang spesifik : mengatur skema
yang dihasilkan pada langkah 1 untuk disesuaikan pada implementasi yang khusus
di massa yang akan datang dari suatu model data yang digunakan pada DBMS yang
dipilih.
Fase 5 - Perancangan Basis Data Secara Fisik
Merupakan proses pemilihan struktur - struktur
penyimpanan dan jalur - jalur akses pada file - file database untuk mencapai
penampilan yang terbaik pada bermacam - macam aplikasi. Berikut ini merupakan Petunjuk Pemilihan Perancangan Basis Data
Secara Fisik :
1. Response time, waktu
akses basis data item yang ditunjuk oleh suatu transaksi.
2. Space utility, jumlah
ruang penyimpanan yang digunakan oleh file - file basis data dan struktur jalur
akses.
3. Transaction throughput, Rata
- rata jumla transaksi yang dapat diproses per menit oleh sistem basis data dan
merupakan parameter kritis dari sistem transaksi (misal : digunakan pada
pemenasan tempat di pesawat, bank dll).
Fase 6 - Implementasi Sistem Basis Data
Setelah perancangan secara logika dan secara fisik lengkap, kita dapat melaksanakan sistem basis data. Perintah - perintah dalam DDL dan DML (Data Manipulation Language) dari DBMS yang dipilih, dihimpun dan digunakan untuk membuat skema basis data dan file - file basis data (yang kosong). sekarang basis tersebut disatukan dengan datanya.
Model Hubungan Antar Entitas.
Ada beberapa model
hubungan antar entitas, yaitu :
1. Entity
Kumpulan objek yang
dapat diidentifikasikan secara unik atau saling berbeda. Simbol dari entitas
biasanya digambarkan persegi panjang. Terdapat dua entitas, yaitu entitas lemah
dan entitas kuat. Entitas lemah adalah entitas yang bergantung oleh keberadaan entitas
lainnya, biasanya digambarkan sebagai persegi panjang kecil didalam persegi
panjang yang lebih besar. Sedangkan entitas kuat adalah entittas yang
keberadaan nya tidak bergantung pada entitas lainnya, biasanya digambarkan
dengan persegi panjang yang besar.
2. Atribut
Tiap entitas pasti
memiliki elemen yang disebut atribut yang berfungsi untuk mendeskripsikan
karakteristik entitas tersebut. Beberapa jenis atribut antara lain :
·
Atribut Kunci
(key) : digunakan untuk menentukan entitas secara
unik , biasanya diberi garis bawah.
·
Atribut Simple : bernilai utunggal yang tidak dapat dipecah lagi
(atomic).
·
Atribut Multinilai : memiliki sekelompok nilai untuk setiap entitas
instan.
·
Atribut Gabungan : terdiri dari beberapa atribut yang lebih kecil
dengan arti tertentu.
·
Atribut Derivative : atribut yang dihasilkan dari atribut lain dan
tidak wajib ditulis dalam ERD.
Jika satu entitas
tidak punya atribut kunci maka atribut kunci bisa dibentuk dari dua atribut
yang bukan kunci. Atribut ini bisa disebut atribut kunci komposit.
3. Relasi
Hubungan antara
sejumlah entitas yang berasal dari himpunan entitas yang berbeda. Terbagi
menjadi beberapa jenis :
·
One to one : setiap entitas hanya bisa mepunyai relasi dengan
satu entitas lain.
·
One to many : hubungan antara satu entitas dengan entitas
lainnya atau sebaliknya.
·
Many to many : setiap entitas bisa mempunyai relasi dengan
entitas lain dan sebaliknya.
4. Garis
Garis yang
menghubungkan antar atribut untuk menunjukkan hubungan entitas pada diagram ER.
_______________________________________________________________
Hanya ini yang dapat penulis
paparkan pada blog kali ini, penulis berharap kritik dan saran yang membangun dari
pembaca, semoga paparan materi ini dapat bermanfaat bagi kita semua.
Jumpa lagi di blog selanjutnya,
Thank You.....
Komentar
Posting Komentar