Normalisasi
Pada kesempatan kali ini penulis akan memaparkan apa itu anomali dan redudansi
Selamat
membaca....
____________________________________________________________
Pengertian
Normalisasi
Normalisasi adalah
proses pembentukan struktur basis data sehinga sebagan besar ambiguity bisa
dihilangkan. Merupakan sebuah teknik dalam logical desain sebuah basis data yag
mengelompokkan atribut suatu relasi sehingga membentuk struktur
relasi yang baik (tanpa redudansi).
Tujuan dari
normalisasi untuk menghilangkan kerangkapan data, mengurangi kompleksitas , dan
mempermudah permodifikasian data.
Proses Normalisasi
1.
Data diuraikan dalam bentuk tabel, kemudian dianalisis
berdasarkan persyaratan tertentuke beberapa tingkat.
2.
Apabila tabel yang di uji belum memenuhi persyaratan,
maka tabel tersebtu perlu dipecah menjadi beberapa tabel yang lebih
sederhana sampai memenuhi bentuk yang optimal.
Tahapan Normalisasi
Tahapan dimulai dari
yang paling ringan (1 NF) hingga paling ketat (5 NF). Biasanya hanya sampai
pada tingkat 3NF atau BCNF karena sudah cukup memadai untukmenghasilkan
tabel-tabel yang berkualitas baik.
Urutan tahapan
Normalisasi
1.
Bentuk tidak normal : Menghilangkan perulangan group.
2.
Bentuk normal pertama (1 NF) : Menghilangkan
ketergantungan parsial.
3.
Bentuk normal kedua (2 NF) : Menghilangkan
ketergantungan transitif.
4.
Bentuk normal ketiga (3 NF) : Menghilangkan
anomali-anomali hasil dari ketergantungan fungsional.
5.
Bentuk normal Boyce-Codd (BCNF) : Menghilangkan
ketergantungan multivalue.
6.
Bentuk normal keempat (4 NF): Menghilangkan
anomaly-anomali yang tersisa.
7.
Bentuk normal kelima (5 NF).
Sebuah tabel dikatakan
baik(efisien) apabila memenuhi syarat berikut :
1.
Jika Ada dekomposisi tabel, maka dekomposisinya harus
dijamin aman (Lossless-Join Decomposition).
2.
Terpeliharanya ketergantungan fungsional pada
perubahan data (Dependency Preservation).
3.
Tidak melanggar Boyce-Codd Normal Form (BCNF), jika
BCNF tidak dapat terpenuhi, paling tidak tabel tersebut tidak melanggar bentuk
normal tahap ketiga.
Tabel
Universal
Tabel Universal
merupakan sebuah tabel yang merangkum semua kelompok data yag saling terhubung
dan bukan merupakan tabel yang baik.
Functional Dependency
Notasi : A dan B
A dan B merupakan
atribut dari sebuah tabel. Secara fungsional A menentukan B atau B bergantung
pada A, Jika dan hanya jika ada 2 baris data dengan nilai A yang sama, maka
nilai B juga sama
Bentuk-bentuk
Normalisasi
1.
Normal pertama (1 NF)
·
Tidak adanya atribute multi-value, atribut komposit,
atau kombinasinya.
·
Mendefinisikan atribut key.
·
Setiap atribut dalam tabel bernilai atomic (tidak
dapat dibagi-bagi).
2.
Normal kedua ( 2 NF)
·
Sudah memenuhi normal pertama.
·
Semua atribut yang bukan atribut kunci
hanya boleh bergantung pada atribut kunci.
·
Jika ada ketergantungan parsial maka harus atribut
harus dipisah pada tabel yang lain.
·
Perlu adanya tabel penghubung ataupun kehadiran
foreign key bagi atribut-atribut yang telah terpisah tadi.
3.
Normal ketiga (3 NF)
·
Sudah selesai memenuhi normal kedua.
·
Tidak ada ketergantungan transitif.
4.
Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
Bentuk
terpenuhi apabila untuk setiap functional dependency pada setiap atribut atau
gabungan atribut dalam bentuk X → Y maka X adalah super key. Tabel tersebut harus
didekomposisikan berdasarkan functional dependency yang ada, sehingga X menjadi
super key dar tabel-tabel hasil dekomposisi. Setiap tabel dalam BCNF merupakan
3 NF, akan tetapi setiap tabel 3 NF belum tentu termasuk BCNF. Perbedaannya,
untuk fungsional dependensi X → A, BCNF tidak boleh menjadikan A sebagai bagian
dari Primary key.
5.
Normal keempat (4 NF)
·
Terpenuhi apabila telah memenuhi BCNF, dan tabel
tersebut tidak boleh memiliki lebih dari satu atribut multi-value.
·
Untuk setiap multivalued dependency (MVD) juga harus
merupakan functional dependency.
6.
Normal kelima (5 NF)
·
Terpenuhi jika tidak memiliki sebuah lossless
decomposition menjadi tabel-tabel yang lebih kecil.
·
Jika 4 bentuk sebelumnya terbentuk berdasarkan
functional dependency, maka 5 NF dibentuk berdasarkan join dependence yaitu
apabila sebuah tabel telah didekomposisi menjadi tabel-tabel lebih kecil, harus
bisa digabungkan kembali menjadi tabel semula.
_________________________________________________________
Hanya ini yang dapat saya sampaikan, penulis berharap adanya kritik dan
saran dari pembaca
Terima kasih....
Komentar
Posting Komentar