Transformasi Basis Data Pada ERD
Pada kesempatan kali ini penulis akan menjelaskan tentang transformasi
Selamat membaca....
__________________________________________________________________
Transformasi
merupakan perubahan suatu bentuk kedalam bentuk lain. Contohnya, ERD menjadi basis
data fisik. Komponen utama dalam pembentukan basis data merupakan komponen ERD
yang ditransformasikan dalam bentuk tabel dan setiap atribut pada entitas
dinyatakan sebagai field atau kolom yang terdapat pada tabel.
Transformasi Umum
Aturan umum dalam
pemetaan model data yang digambarkan dengan ERD menjadi basis data fisik yaitu:
1.
Setiap himpunan
entitas diimplementasikan ke dalam bentuk tabel.
2.
Relasi dengan derajat
relasi 1:1 (one-to-one) yang menghubungkan dua buah himpunan entitas yang akan
direpresentasikan dalam bentuk penambahan/penyetaraan atribut-atributrelasi ke
tabel yang mewakili salah satu dari dari kedua himpunan entitas.
3.
Relasi dengan derajat
relasi 1:N (one-to-many) yang mehubungkan dua himpunan entitas yang
direpresentasikan dalam bentuk pemberian/pencantuman atribut key dari himpunan
entitas pertama (berderajat 1) ke tabel yang mewakili himpunan entitas kedua
(berderajat N). Atribut key pada himpunan pertama ini mejadi atribut tambahan
untuk himpunan entitas kedua.
4.
Relasi dengan derajat
relasi N:M/N:N (many-to-many) yang menghubungkan dua himpunan entitas akan
direpresentasikan dalam bentuk tabel khusus yang memiliki field yaitu foreign
key yang berasal dari primary key dari entitas yang dihubungkannya.
Transformasi Sub Entitas
Himpunan entitas
lemah tidak dapat berdiri sendiri tanpa adanya entitas kuat karena dalam
mentransformasikan entitas lemah dan kuat dari ERD ke dalam bentuk basis data
fisik akan sama-sama berbentuk tabel. Namun, perbedaan nya adalah entitas kuat
dapat ditrabsformasikan dalam bentuk tabel menggunakan atribut key sebagai
primary key dan atribut lainnya pada entitas kuat tersebut. Sedangkan entitas
lemah hanya dapat ditransformasikan ke dalam tabel dengan menyetarakan primary
key dari entitas kuat dan entitas lemah itu sendiri.
Transformasi Relasi Tunggal
1.
Unary Relation(Relasi
Tunggal), transformasi dilakukan dari/ke
entitas yang sama tergantung dari derajat relasinya
2.
Relation 1:N, digunakan field key sebanyak dua dengan
fungsi yang berbeda dan penamaan yang berbeda juga.
3.
Relation N:M, dibentuknya tabel baru yang merepresentasikan relasi
tersebut. Tabel baru mendapatkan field dari semua atribut (jika ada) yang
ditambahkan dengan atribut key dari himpunan entitasnya.
Transformasi Relasi Multi Entitas
(n-Ary Relation)
Secara umum, relasi
multientitas yang menghubungkan lebih dari dua himpunan enitas (N himpunan
entitas, dimana N>2) akan diimplementasikan sebagai sebuah tabel khusus.
Namun, jika pada relasi yang menghubungkan N buah himpunan entitas kita dapat
memastikan bahwa derajat relasi parsial antara (N-1) buah himpunan entitas
dengan suatu himpunan entitas (misalnya X) adalah one-to-many, maka banyak
relasi tadi tidak perlu diwujudkan sebagai sebuah tabel khusus dan atribut
–atributnya cukup diletakkan himpunan entitas X tersebut.
Implementasi Relasi Ganda
(Redudant Relation)
Implementasinya
ditinjau pada masing-masing relasi tanpa terikat satu sama lain berdasarkan
derajat relasi dimsing-masing relasi tersebut.
_______________________________________________________________
Hanya ini yang bisa
penulis sampaikan, semoga bermanfaat bagi kita semua, adapun penulis
mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca.
Terima kasih dan sampai
jumpa di pertemuan selanjutnya.....
Komentar
Posting Komentar