Perancangan Sistem 2

Perancangan sistem adalah proses setelah analisis sistem yang merupakan proses mendesain, menggambar, dan merancang sistem yang baik, yang isinya merupakan langkah-langkah operasi dalam suatu sistem.

Perancangan sistem atau desain sistem berkonsentrasi pada bagaimana sistem dibuat untuk memenuhi kebutuhan pada fase analisis. Tahap desain sistem dibagi menjadi dua bagian, yaitu secara umum / perancangan konseptual , dan secara terperinci atau disebut juga desain sistem secara fisik. 

Desain dalam pembangunan software merupakan upaya pembangunan sistem yang memberi kepuasan akan spesifikasi kebutuhan fungsional, memenuhi target, memenuhi kebutuhan secara implisit atau eksplisit dari segi performa maupun user, kepuasan batasan pada proses desain dari segi biaya, waktu, dan perangkat. Kualitas perangkat lunak dinilai dari segi kepuasan user terhadap perangkat lunak yang digunakan.

Berikut merupakan definisi perancangan sistem menurut beberapa ahli :

·          Menurut Jogiyanto (2014 : 197) dalam jurnal menyatakan bahwa “Perancangan sistem adalah penggambaran, perencanaan, pembuatan sketsa dari beberapa elemen yang terpisah dalam satu kesatuan yang utuh dan berfungsi”.

·          Menurut Kendall (2014 ; 13), perancangan sistem mencakup perancangan file-file atau basis data yang bisa menyimpan data-data yang diperlukan oleh pembuat keputusan.

·          Muharto (2016 ; 103) mendefinsikan peranacangan sistem dalam bukunya yang berjudul Metode Penelitian Sistem Informasi, perancangan sistem adalah suatu fase dimana diperlukan suatu keahlian perancangan untuk elemen-elemen komputer yang akan mengunakan sistem yaitu pemilihan peralatan dan program komputer untuk sistem yang baru.

Tahapan perancangan sistem :

1.     Tahap setelah analisis dari pengembangan sistem.

2.     Pendefinisian dari kebutuhan-kebutuhan fungsional.

3.     Persiapan implementasi/pengkodean/pengembangan program.

4.     Menggambar bagaimana sistem dibentuk.

Ada beberapa elemen pengetahuan yang berhubungan dengan proses desain, yaitu :

1.     Sumber daya organisasi (man, machine, material, money,dan methods).

2.     Metode pemrosesan data.

3.     Informasi kebutuhan dari user selama fase analisis.

4.     Operasi data.

5.     Kebutuhan sistem.

6.     Alat bantu desain (DFD, DCD, DD, Decision Table, dll).

Tujuan dari perancangan sistem adalah memenuhi kebutuhan user dan memberikan gambaran jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrograman komputer. Sasaran yang harus dicapai dalam perancangan ini adalah sebagai berikut :

1.     Harus berguna, mudah dipahami, dan mudah digunakan.

2.     Dapat mendukung tujuan utama perusahaan.

3.     Harus efisien dan efektif untuk mendukung pengolahan transaksi, pelaporan manajemen da mendukung keputusan yang dilakukan oleh manajemen, termasuk tugas-tugas lainnya yang tidak dilakukan oleh komputer.

4.     Dapat mempersiapkan proses implementasi yang terperinci.

Keluaran atau output perancangan sistem  memiliki solusi berbasis komputer yang dapat berupa :

·          Turn-key system (beli sistem jadi dan tinggal pakai).

·          Customized system (beli sistem jadi dengan penyesuaian disana sini).

·          In-house development (membuat sistem sendir). 

Output desain hasil in-house development :

Desain Proses

Tujuan dari perancangan proses untuk menjaga agar proses data lancar dan teratur sehingga menghasilkan informasi yang benar dan mengawasi proses dari sistem. Perancangan proses sistem digambarkan dengan sistem Flowchart, DFD, dll. terdapat beberapa tipe proses, yaitu :

1.     Batch processing (data dikumpulkan terlebih dahulu, setelah itu baru diproses).

2.     Online processing (data diinput dan langsung diproses).

3.     Remote batch (data dikumpulkan online atau offline, kemudian dikumpul kedalam batch sebelum akhirnya diproses).

4.     Real time (pemrosesan sangat cepat sehingga output dapat diterima dalam waktu yang sama).

Desain Basis Data

Perancangan basis data yang merupakan kumpulan dari data yang saling terhubung, tersimpan disimpanan luar komputer dan menggunakan bantuan perangkat lunak untuk memanipulasinya. Proses ini menentukan isi dan pengaturan data yang dibutuhkan untuk mendukung berbagai rancangan sistem yang terdiri dari dua tingkatan, yaitu :

1.     Tingkat pertama merupakan perancangan sistem, analisis sistem, dan rancangan umum untuk menetapkan kebutuhan user. Melibatkan tahap front-end, dan DBMS.

2.     Tingkat kedua merupakan rancangan umum seperti diagram entitas relasi, ditransformasikan kedalam perancangan database rinci untuk DBMS yang akan digunakan untuk implementasi sistem total.

Tipe dari file dalam lingkungan sistem informasi berupa (file master, file kerja, file transaksi, file sejarah, file laporan, file backup). Akses file merupakan metode bagaimana program komputer akan membaca record-record suatu file. Organisasi file merupakan pengaturan dari record secara logika didalam file dihubungkan satu dengan yang lainnya.

Langkah-langkah perancangan basis data secara umum :

1.     Menentukan kebutuhan file untuk sistem baru. file yang dibutuhkan dapat ditentukan dari diagram alir data sistem baru yang telah dibuat.

2.     Menentukan parameter dari file database.

 

Desain Input

Untuk perancangan input digolongkan menjadi input langsung dan input tidak langsung. Input langsung sendiri merupakan alat input yang dihubungkan langsung dengan CPU.  Input intern adalah input yang berasal dari dalam organisasi, sedangkan Input ekstern adalah input yang berasal dari luar organisasi. Syarat-syarat perancangan input secara umum adalah sebagai berikut :

1.     Input hanya data-data variabel.

2.     Tidak perlu menginput data yang dapat diitung atau disimpan dalam program.

3.     Gunakan kode atribut yang sesuai.

4.     Jika suatu dokumen dirancang untuk mengumpulkan data, maka digunakan hal-hal tersebut :

a.     Cantumkan instruksi pengisian form.

b.     Minimalkan jumlah tulis tangan.

c.     Urutkan data yang harus diisi seperti urutan membaca buku (kiri,kanan, atas, bawah).

5.     Kontrol internal dalam desain input : Jumlah input harus dimonitor jangan sampai ada yang terlewat, dan pastikan bahwa data yang diinputkan valid (eksistensi, tipe data, domain, nilai-nilai kombinasi, self-checking digits, format).

Langkah-langkah perancangan input secara umum :

1.     Identifikasi input sistem dan review kebutuhan user. Pilih kontrol GUI yang sesuai (text box, radio button, check box, ist box, drop-down list).

2.     Desain, validasi, dan tes input menggunakan beberapa kombinasi alat bantu layout dan prototyping.

3.     Buat desain dokumen sumber (untuk menyimpan data transaksi).

Desain Output

Output merupakan keluaran dari hasil pemrosesan sistem informasi, perancangan output dapat berupa output intern (internal) yang mendukung kegiatan manajemen dan akan disimpan sebagai arsip atau dimusnahkan apabila sudah tidak terpakai lagi. Sedangkan output ekstern (eksternal) merupakan output yang didistribusi kepada pihak luar yang membutuhkan.

Langkah-langkah perancangan output secara umum adalah :

1.   Menentukan kebutuhan output dari sistem yang baru.

2.   Menentukan parameter dari output yang meliputi : tipe output, format, media yang digunakan, alat output, distribusi, dan periode output.

Desain Antarmuka Dengan User

Perancangan antarmuka memiliki bebrapa langkah sebagai berikut :

1.   Menentukan tipe user (ahli, pemula).

2.   Asumsikan user sebagai pemula dan desain antarmuka perlu memperhatikan faktor user, faktor human engineering, fakator dialog dan istilah.

Beberapa masalah yang sering muncul dalam desain antarmuka sebagai berikut :

1.   Penggunaan singkatan-singkatan komputer yang berlebihan.

2.   Desain tidak jelas.

3.   Ketidakmampuan membedakan tindakan alternatif yang harus dipilih user.

4.   Pendekatan problem-solving yang tidak konsisten.

5.   Desain yang tidak konsisten.

Beberapa hal yang dapat dilakukan untuk memecahkan masalah diatas :

1.   Pahami user dan tugas mereka.

2.   Libatkan user dalam desain antarmuka.

3.   Uji sistem dengan melibatkan user.

4.   Lakukan proses secara iteratif.

Syarat-syarat perancangan antarmuka :

1.   Layar diformat agar berbagai info, perintah, pesan muncul di area layar yang konsisten.

2.   Pesan, perintah, informasi jangan terlalu panjang.

3.   Jangan terlalu sering menggunakan atribut display yang menggangu.

4.   Nilai default jelas.

5.   Antisipasi error yang mungkin dibuat user.

6.   Jika error, user tidak boleh melanjutkan tanpa memperbaiki errror.

7.   Jika user melakukan sesuatu yang membahayakan sistem, keyboard harus terkunci dan pesan untuk meminta bantuan teknisi harus diluncurkan.

Syarat dialog :

1.   Gunakan kalimat sederhana dan benar.

2.   Jangan mencoba melucu.

3.   Jangan menghina.

Syarat istilah :

1.   Jangan gunakan jargon komputer.

2.   Hindari singkatan jika mungkin.

3.   Konsisten dengan pemilihan istilah.

4.   Pilih istilah yang tepat untuk perintah.

Proses perancangan antarmuka secara umum :

1.   Buat bagan dialog antarmuka.

2.   Buat prototype dialog antarmuka.

3.   Cari umpan balik dari user.

4.   Jika perlu, kembali ke langkah 1 atau 2.

 

Desain Kontrol

Perancangan kontrol sistem bertujuan agar keberadaan sistem setelah diimplementasi dapat memiliki keandalan dalam mencegah kesalahan, kerusakan, dan kegagalan dalam proses sistem.

Ancaman sistem :

1.   Kesalahan manusia.

2.   Perangkat lunak yang bersifat merusak.

3.   Penyadap.

4.   Pengaksesan yang tidak sah.

5.   Perubahan/kehilangan database.

6.   Kegagalan landasan teknologi.

Jenis kontrol :

1.   Pencegahan.

2.   Pendeteksian.

3.   Pengoreksian.

 

Desain Jaringan Komputer

Langkah-langkah dalam perancangan jaringan :

1.   Membuat segmen bidang usaha.

2.   Membuat sebuah model LAN.

3.   Mengevaluasi LAN untuk menentukan kecocokan tiap segmen diseluruh usaha.

4.   Interkoneksi segmen-segmen jaringan.

Proses-proses dalam perancangan sistem :

1.   Menetapkan kerangka kerja strategi menyeluruh untuk memenuhi kebutuhan informasi user.

2.   Melibatkan manajer senior, user senior, dan profesional sistem.

3.   Memastikan bahwa proyek yang diusulkan dievaluasi dan diprioritaskan.

4.   Memenuhi alasan melakukan perencanaan sistem.

5.   Membagi tugas dan tanggung jawab kepada perencanaan sistem.

6.   Membuat komponen laporan : Komponen keseluruhan meliputi personil baru, hardware, software, peralatan telekomunikasi, lokasi komputer, dan keamanan. Komponen aplikasi berupa portofolio yang disetujui daro proposal proyek sistem.

7.   Melakukan komunikasi dengan analisis sistem. 

8.   Memastikan pada perencanan sistem yang diusulkan harus layak dan mendukung faktor strategi dengan diadakan evaluasi.

Dalam perancangan sistem terdapat istilah Stakeholder atau pemangku kepentingan merupakan orang yang terlibat dan tertarik dalam pengembangan sistem informasi baik bekerja secara teknis maupun non teknis. Ada 7 stakeholder pada pengembangan sistem informasi, yaitu :

1.   System Analyst (Analisis Sistem).

2.   System Owners (Pemilik Sistem).

3.   System Users (Pemakai Sistem).

4.   System Designers (Perancangan Sistem).

5.   System Builders (Pembangunan Sistem).

6.   Information Technology Vendors (Penyedia IT).

7.   Information Technology Consultants (Konsultan IT).

Kesimpulan :

Perancangan sistem merupakan proses merancang sebuah sistem yang baik, dimana isinya adalah langkah-langkah operasi dalam proses pengolahan data dan prosedur untuk mendukung operasi sistem. Bertujuan untuk memberikan gambaran secara umum kepada user tentang sistem yang baru dan agar pembangunan/pengembangan sistem itu sesuai dengan blueprint yang ada sama seperti visi, misi, tujuan, dan sasaran organisasi.

Sumber :

https://bubblegum2507.blogspot.com/2021/03/perancangan-sistem.html

https://definisiahli.blogspot.com/2014/11/definisi-perancangan-sistem-menurut-ahli.html#:~:text=Menurut%20Satzinger%2C%20Jackson%2C%20dan%20Burd,yang%20sesuai%20dengan%20kebutuhan%20user.

https://fitrifijo.wordpress.com/2009/11/21/desain-sistem-secara-umum/

 

 

Komentar