Tahap Analisis Sistem & Metode Pengumpulan Kebutuhan

Software Development Life Cycle (SDLC) atau siklus pengembangan perangkat lunak memiliki beberapa fase yang dimana setiap fase menghasilkan kiriman yang dibutuhkan oleh fase berikutnya dalam siklus tersebut.

·           Menurut Prof. Dr. Sri Mulyani, AK., CA. (2017) SDLC adalah proses logika yang digunakan oleh seorang analis sistem untuk mengembangkan sebuah sistem informasi yang melibatkan requirments, validation, training dan pemilik sistem.

·           Menurut  O’brien (2000) adalah aplikasi penerapan dari penemuan  permasalahan (problem solving) yang didapat dari pendekatan sistem  (system approach) menjadi pengembangan dari solusi sistem informasi  terhadap masalah bisnis. 

·           Menurut Turban (2003), System Development Life Cycle (SDLC) atau Siklus Hidup Pengembangan Sistem adalah metode pengembangan sistem tradisional yang digunakan sebagian besar organisasi saat ini. SDLC adalah kerangka kerja ( framework) yang terstruktur yang berisi proses-proses sekuensial di mana sistem informasi dikembangkan. 

Tahapan Pengembangan Sistem

1.     Tahap Perencanaan (System Planning)

Perencanaan sistem merupakan langkah pertama yang dimana selama tahapan tersebut tujuan proyek sangat ditentukan dan persyaratan sistem dipertimbangkan. Ada beberapa hal yang harus dilakukan pada tahap perencanaan sistem :

1.   Pertemuan dengan manager atau pemegang saham diadakan guna menentukan persyaratan yang tepat dari proyek.

2.   Perkiraan sumber daya , seperti personil atau dan biaya yang dipersiapkan.

3.   Merencanakan jadwal.

4.   Menganalisis semua informasi untuk melihat apakah ada solusi alternatif untuk menciptakan produk baru.

5.   Melakukan studi kelayakan dari proyek yang diusulkan dalam tahap perencanaan. Apabila tidak ada solusi maka informasi dikumpulkan menjadi rencana proyek dan disajikan kepada manajemen untuk disetujui.

6.   Anggaran untuk proyek disiapkan.

7.   Rencana komunikasi, rapat, kontrak, dan risiko potensial dibahas.

8.   Dokumen spesifikasi dibuat untuk menjadi pedoman pada fase selanjutnya.

 

2.     Tahap Analisis Sistem (System Analysis) 

Keseluruhan sistem didefinisikan secara rinci pada tahap ini. Tim proyek menentukan persyaratan pengguna akhir dan memberikan penjelasan kebutuhan serta harapan untuk sistem yang telah selesai dan bagaimana kinerjanya. Alternatif dibuat untuk mengevaluasi apakah sistem memenuhi syarat. Kemudian, tim proyek mendokumentasikan semua persyaratan dan kebutuhan pengguna, serta mendapatkan persetujuan dari klien atau menejemen untuk melanjutkan desain sistem.

Alasan penting nya dilakukan analisis sistem :

1.     Problem-solving, sistem lama tidak berfungsi sesuai kebutuhan dan diperlukan analisis untuk memperbaiki sistem yang sesuai dengan kebutuhan.

2.     Kebutuhan baru, adanya kebutuhan baru maka diperlukan adanya modifikasi sistem.

3.     Mengimplementasikan ide atau kronologi baru.

4.     Meningkatkan performa sistem secara keseluruhan.     

Langkah-langkah dalam analisis sistem :

1.     Identifkasi masalah.

2.     Memahami kinerja sistem yang ada.

3.     Menganalisis sistem.

4.     Membuat laporan analisis.

Untuk dapat menjawab pertanyaan dalam analisis, maka didapatkan jawaban dari beberapa sumber :

1.     Sistem yang ada.

2.     Sumber interal (orang, dokumen,hubungan antara orang-organisasi atau fungsi yang ada).

3.     Sumber eksternal (Interface dengan sistem lain, seminar, vendor, jurnal, textbook dan informasi, dll).

Kerangka analisis sistem :

1.     Analisis terhadap level pembuatan keputusan.

2.     Analisis terhadap flow informasi.

3.     Analisis terhadap input dan output.

 

Dalam identifikasi masalah seorang analisis sistem harus melakukan beberapa hal tersebut :

1.     Mempunyai pengetahuan tentang aplikasi yang dianalisis.

2.     Mengkaji ulang subyek permasalahan yang ditemukan ditahap perencanaan.

3.     Identifikasi penyebab permasalahan.

Tahapan identifikasi masalah sebagai berikut :

1.     Identifikasi penyebab masalah.

2.     Identifikasi titik keputusan.

3.     Identifikasi personil-personil kunci.

Untuk dapat memahami kerja sistem maka dilakukan beberapa dua cara yaitu dengan penelitian terperinci dan menggunakan teknik pengumpulan data seperti wawancara, observasi, daftar pertanyaan, dan pengambilan sampel. Untuk tahapannya adalah sebagai berikut :

1.     Menentukan jenis penelitian.

2.     Merencanakan jadwal penelitian.

3.     Membuat penugasan penelitian.

4.     Membuat agenda wawancara.

5.     Mengumpulkan hasil penelitian.

Setelah itu, maka dilakukan pembuatan laporan hasil analisis dan diserahkan kepada steering committe yang nanti akan diteruskan kepada manajemen dan akan dipelajari temuan serta analisis tersebut oleh manager bersama steering committee dan user.

Hasil dari analisis tadi akan dianalisis kembali seperti :

1.     Analisis kelemahan sistem. Untuk dapat menemukan jawaban apa penyebab sebenarnya masalah yang timbul.

2.     Analisis distribusi pekerjaan.  Menunjukkan beban dari masing-masing posisi dala organisasi.

3.     Analisis keandalan. Menunjukkan banyaknya kesalahan yang dilakukan dalam suatu kegiatan.

4.     Analisis dokumen. Untuk mengetahui dan menganalisis dokumen yang digunakan dalam sistem yang lama.

5.     Analisis laporan. Untuk menganalisis laporan yang digunakan dalam sistem yang lama.

6.     Analisis teknologi. Untuk menganalisis teknologi yang digunakan dalam sistem yang lama.

7.     Analisis kebutuhan pemakai. Supaya bisa menyediakan info sesuai dengan yang dibutuhkan oleh pemakai.

Isi Proposal Analisis Sistem :

·       Definisi yang jelas dan konsisten tentang alasan untuk analisis.

·       Definisi batasan analisis yang akan dilakukan.

·       Identifikasi fakta yang akan dikumpulkan dan dipelajaari selama analisis.

·       Uraikan tujuan dan kendala yang mungkin dalam analisis.

·       Proyeksi kemungkinan masalah yang akan terjadi selama analisis.

·       Jadwal tentatif analisis.

Laporan Hasil Analisis :

·         Uraikan alasan dan batasan analisis.

·         Deskripsi sistem yang ada dan operasinya.

·         Uraikan tujuan dan kendala sistem.

·         Deskripsi tentang masalah-masalah yang belum teratasi dan potensi masalah.

·         Uraian tentang asumsi-asumsi yang diambil oleh analisis sistem selama proses analisis.

·         Rekomendasi-rekomendasi sistem yang baru dan kebutuhannya untuk desain awal.

·         Proyeksi kebutuhan sumber daya dan biaya yang diharapkan termasuk dalam desain sistem baru atau memodifikasinya.

Tujuan Laporan :

·         Bahwa analisis telah selesai dilakukan.

·         Meluruskan kesalahan pengertian temuan analisis tetapi tidak sesuai menurut manajemen.

·         Meminta pendapat dan saran dari manajemen.

·         Meminta persetujuan manajemen untuk melakukan tindakan selanjutnya.

Hasil Akhir Analisis Sistem :

·         Hentikan pekerjaan, karena proposal tidak layak.

·         Tunggu beberapa saat, karena masih ada pertimbangan lain.

·         Modifikasi, manajemen memutuskan untuk memodifikasi proposal dengan subsistem lain.

·         Proses dengan syarat, ada persyaratan kelayakan.

·         Proses tanpa syarat, semua syarat terpenuhi. Proposal diterima dan proses dilanjutkan ke desain awal.

 

3.     Tahap Desain Sistem (System Design)

Tahap desain sistem mempunyai dua maksud atau tujuan utama, yaitu:

1.     Untuk memenuhi kebutuhan para pemakai sistem.

2.     Untuk memberikan gambaran yang jelas dan rancang bangun yang lengkap kepada pemrogram komputer dan ahli-ahli teknik lainnya yang terlibat. Tujuannya lebih condong pada desain sistem yang terinci, yaitu pembuatan rancang bangun yang jelas dan lengkap untuk nantinya digunakan untuk pembuatan program komputernya.

Metode Pengumpulan Kebutuhan

Terdapat 2 Macam Metode :

1.     Metode Tradisional

·         Wawancara

·         Angket

·         Observasi

·         Analisis Prosedur dan Dokumen Lain

 

2.     Metode Modern

·         Joint Application Design (JAD)

 

JAD mengumpulkan user kunci, manajer dan analisis sistem yang terlibat dalam analisis sistem saat ini. JAD mirip dengan wawancara berkelompok hanya menggunakan aturan dan agenda yang berbeda dengan wawancara pada umumnya. Tujuan JAD adalah mengumpulkan informasi kebutuhan sistem secara stimulan dari orang-orang di posisi penting yang terlibat di dalam sistem. Hasil dari JAD adalah dokumen tentang detil pekerjaan dari sistem saat ini dihubungkan dengan studi dengan sistem sebagai penggantinya.

 

·         CASE (Computer-aided Software Engineering) Tool

CASE tool adalah perangkat lunak untuk membangun sistem informasi secara otomatis. CASE tool mempercepat proses menganalisis kebutuhan sistem, dan orang-orang yang memiliki kemampuan menggunakan tool ini sangat dibutuhkan tim proyek pengembangan sistem informasi.

·         Rekayasa Ulang Proses Bisnis

Rekayasa Ulang proses bisnis adalah mencari dan mengimplementasikan perubahan radikal dalam proses bisnis untuk mencapai terobosan baru pada produk dan jasa.

Kesimpulan :

Tahap pengembangan sistem terdiri dari tahap perencanaan, tahap analisis dan tahap design, adapun proses pengumpulan kebutuhan dilakukan dengan dua jenis metode yaitu metode tradisional dan modern, metode tradisional terdiri dari wawancara, angket, observasi, analisis prosedur dan dokumen lain.

Pada tahap analisis kita menentukan persyaratan pengguna akhir dan memberikan penjelasan kebutuhan serta harapan untuk sistem yang telah selesai dan bagaimana kinerjanya. yang nanti akan dibuatkan laporan untuk keputusan selanjutnya.

Sumber :

http://www.kumpulanpengertian.com/2015/04/pengertian-system-development-life.html

https://salamadian.com/sdlc-system-development-life-cycle/

http://fahmimydy.blogspot.com/2017/01/pengertian-tahapan-tujuan-dan-desain.html#:~:text=Desain%20sistem%20dapat%20didefinisikan%20sebagai,menggambarkan%20bagaimana%20suatu%20sistem%20dibentuk.%E2%80%9D

 

 

Komentar